“Si Chinta”

Seorang kawan harus pergi..melampaui batas pulau dimana ia berpijak dahulu. Karna kesalahan “si cinta”. Ada sebait lirik lagu dari group band legendaris yang mewakili perasaannya… “Katakan pada mama …cinta bukan hanya harta dan tahta..”.

Salahkah cinta bila tak memandang jenjang pendidikan?

Salahkan cinta bila tak memandang harta?

Salahkah cinta bila tak memandang kedudukan?

Dan salahkah mereka yang punya cinta, tapi tak memandang semuanya??

Bukan karena mereka buta, mereka sadar…bahwa rasa itu lebih kuat dan butuh perjuangan besar untuk meraih restu.

 

Kesalahan “Si Cinta”, membuat mereka jauh terpisah. Dan tampaknya akan ada perjodohan untuk seorang kawan disana, jodoh yang dianggap lebih baik dan dapat membahagiakan hati dan keluarga.

 

Tapi siapa yang bisa mengerti perasaan dan hati seorang kawan? Dia terbelenggu, dia terpaksa, dia tertekan dan tak ada yang peduli terhadapnya.

 

Solusi yang tak bijakpun harus datang mengawali hidupnya….dan menghancurkan harapannya?…

 

Dimana bahagia berada? Bila harapan hanya tinggal kenangan…Dan patutkah “Si Cinta” disalahkan?

 

Rhes_Q

01_Feb’08

~ by kedaihijau on February 1, 2008.

One Response to ““Si Chinta””

  1. biarin ajalah si cinta

Leave a Reply