Modus Penipuan

Standard

Ada banyak sekali modus penipuan belakangan ini. dari mulai penipuan melalui undian berhadiah barang-barang tertentu, melalui surat yang dikirim ke alamat rumah, melalui sms ataupun telefon. Kondisi ini sangat membuat tidak nyaman. Terlebih jika keluarga atau orang-orang terdekat kita yang menjadi sasaran kejahatan.

Kejahatan tidak pernah pandang bulu, ia menyasar kepada siapa saja yang lengah atau mudah termakan kabar gembira yang semu. Kejahatan penipuan juga seringkali menyasar kepada orang tua yang memiliki anak kuliah diluar kota. Termasuk orang tua dan saya sendiri pernah mengalaminya.

Sekilas cerita pernah dialami saya dan orang tua saya: saya tidak tau apa jadinya jika saat itu saya tidak bisa dihubungi oleh orang tua saya. Kebetulan saya sering pergi penelitian ke hutan dan kadangkala daerah tempat saya melakukan penelitian tidak ada signalnya. Alhamdulillah, saat itu saya masih berada di daerah yang terdapat signal. Jadi, orang tua saya masih bisa menghubungi saya dan menanyakan apa benar saya baik-baik di hutan penelitian, ya saya baik-baik.  Karena si penjahat penipuan bilang telah terjadi apa-apa dengan saya di hutan,  dsana saya tidak ada signal dan saya bersama-sama dengan dosen saya yg bernama AA. Memang kondisi yang kebetulan sekali, salah satu nama dosen saya yang ikut dalam penelitian adalah Bapak  AA. Dan sungguh sangat bersyukur kala itu orang tua masih dapat menghubungi saya, dan melakukan konfirmasi sehingga aksi kejahatan tidak terjadi.

Namun modus penipuan, tersebut hari ini berulang kembali kepada saya dengan cara yang berbeda. Begini kisahnya :

  • Kemarin, saya pergi ke salah satu bank untuk melakukan transfer uang, disitu saya mencantumkan no telfon pada lembar formulir isian
  • Dan pagi ini, ada laki-laki menelfon saya, Orang tersebut berakata sudah mentransfer uang ke rekening saya. Kemudian saya di minta datang ke sebuah bank. (Bank yang sama dengan yang saya datangi kemarin, sebut saja Bank C)
  • Saat ditelfon, saya tanya ini sapa?dia gak mau jawab. Kemudian dia tanya balik ini si A kan <<–  *Modus* agar kita menyebutkan nama ? Saya jawab; saya bukan si A, dan karena dia salah sebut nama saya,  kemudian saya tutup telfonnya.
  • kemudian orang tersebut sms kembali, kalau ini temannya si A tolong kasih tau untuk datang ke Bank C <<– *masih maksa* ? semalem dia nelfon pake no HP ini (nomor HP saya maksudnya).
  • Jelas sudah salah, karena HP ini gak pernah di pegang orang lain selain saya sendiri.

Saya masih berfikir, lagi-lagi  sebenarnya ini hanya kebetulan ada kesamaan atau terjadi kebocoran informasi dari bank tersebut ya.

Saran saya sebaiknya pada saat ada seseorang mengabarkan ‘sesuatu’ baik itu berita gembira, ataupun buruk. Ketahui dengan jelas dulu siapa yang memberi kabar kepada kita. dan satu hal jangan PANIK! Kalau kita sudah panik duluan, maka si penjahat akan dengan mudah menggiring kita masuk ke dalam jeratnya, sampai akhirnya kita benar-benar menjadi korban atas aksi kejahatan para penipu.

Jika kawan lagi apes, dan menjadi korban dari kejahatan. segera lapor pada pihak yang berwajib agar lebih cepat dilakukan pelacakan  dan si penjahat bisa dihukum. Misalkan untuk penipu sms berhadiah, si penjahat akan di jerat dengan: lihat disini dan untuk mempelajari lebih jauh tentang hukum penipuan dan bagaimana menyikapinya bisa baca disini

Berikut ini beberapa contoh sms  yang di duga sebagai “modus” penipuan :

  • Dari :+6281xxxxxxxxxxx: “sy minta maaf,kmarin sy terkena musibah. Rumah yg anda kontrak sudah sy jual sma Nxxx jdi klo mau kontrakanx di lanjutkan Hub suamix Nxxx nox:0821xxxxxx ″ yang dikirim seseorang dari nomor ponsel 0853xxxxxxx.
  • Dari :+6281xxxxxxxxxxx:“Ass., sy ibu Hj. Nexx yg brminat & cocok mengenai rmh bpk/ibu, tdi sy telfon tpi gak tembus-tembus,masalah harga langsung aja hub suami sy 085397838xxx. Dr.H.xxxxx”.
  • dari :+6281xxxxxxxxxxx:TSELpoin 777 kejutan POIN Hadiah Rp.15jt
    Resmi diberikan 0852212XXXXX PIN-b7Bc247
    u/info Hub/CS; PT.TELKOMSEL 021-40467488
    021-50219992 Pengim; +777
  • Dari :+6281xxxxxxxxxxx: Yank isikan dulu pulsa
    20rb di no 081xxxxxxxxxx

Ingat Kata Bang Napi:

“kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku, tapi kejahatan bisa terjadi karna ada kesempatan, waspadalah!

25 September 2012

Advertisements

“Mercusuar di Pulau Beras Basah”

Standard

Hari sabtu pagi yang molor dari waktu keberangkatan yang sebenarnya di agendakan, waktu sudah menunjukan jam 11 pagi menjelang siang. Aku segera bergegas berangkat menuju kota Bontang dengan menggunakan bus kecil berbiaya 20.000 IDR / org. Sebuah armada yang sebenarnya sudah perlu di ganti dengan armada baru yang bisa menyamankan penumpang, karena harus menempuh perjalanan selama 3 jam dengan jalan yang bisa dibilang amburadul. Ada banyak lubang dan jalanan rusak untuk menuju ke kota Bontang tersebut.

Di sepanjang perjalanan menuju kota Bontang, terlihat hamparan luas yang dulunya adalah hutan perlahan telah beralih fungsi menjadi pemukiman, perkebunan dan pertambangan. Kemudian di tengah perjalanan kita akan melewati tanjakan tinggi dan cukup panjang, yang dikenal dengan Gunung Menangis. Disebut seperti itu, karena kendaraan  yang melewati tanjakan tersebut akan berusaha sekuatnya untuk bisa menaiki tanjakan tersebut hingga suara mesin terdengar seperti orang yang menangis.

Sesampainya di Kota Bontang, dijemput oleh adikku, Anda. Aku menginap di tempat tinggalnya untuk semalam.  Sementara ini dia tinggal di perumahan  PT. Badak NGL. Perumahan dari perusahaan penghasil gas alam cair (LNG (Liquid Natural Gas) terbesar di Indonesia dan salah satu kilang LNG yang terbesar di dunia. Jalan yang ditempuh masuk ke dalam perumahan sejauh 4 km. Pertama masuk, yang terasa adalah sejuk, segar dengan spot –spot hutan kecil yang tersisa dan suguhan danau beserta taman bermainnya juga tanaman yang tersusun dengan rapih.

Sesampainya dirumah aku beristirahat, karena pusing mendera :D. Keesokan pagi, bertiga kami bersiap untuk berangkat menuju Pulau Beras Basah. Salah satu pulau yang cukup dikenal dan ramai dikunjungi oleh wisatawan. Dengan berbekal makanan dan minuman seadanya dan tidak lupa benda yang wajib di bawa, kamera. Kamipun berangkat menuju dermaga speed boat di pantai Marina. Setelah mencatat nama, segera kami diberangkatkan dengan speed boat yang sudah standby menanti. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 15 menit menuju Pulau Beras Basah. Btw, di tengah perjalanan  kami melihat ada perkampungan di tengah laut bersandingan dengan sebuah pulau. Wah, aku tidak bisa membayangkan betapa unik kehidupan masyarakat yang tinggal di daerah kampung tersebut.

Sesampainya di Pulau Beras Basah, dalam hatiku berbisik “pulau kecil, lautnya bening dan pengunjungnya buanyak”. Pulau Beras Basah memiliki luasan yang tidak besar hanya dengan waktu 10-15 menit kita sudah bisa mengelilinginya. Pengunjung  di hari Minggu/libur sangat ramai, Hari Minggu. Banyak sekali mereka yang datang sekedar untuk bersantai ataupun berpiknik bersama keluarga.

Continue reading