Anugerah Terindah

Standard

 

image

Ada gembira sekaligus haru yang membuncah saat si bayi kecil berhasil dilahirkan secara normal. Setelah melalui perjuangan berjam-jam menahan sakit karena di beri obat perangsang atau istilah lainnya di induksi.

 

Pagi di tanggal 8 November 2014, adalah rencana kepulanganku ke kota kelahiran bersama suami tercinta. Namun kondisi berkata lain, pada jam 5 pagi saat terbangun dari tidur aku merasakan ada air yg terus mengalir. apa ini yg disebut pecah ketuban. Entah, aku belum pernah merasakan sebelumnya. Bergegas ku kirim pesan pada seorang kawan, yg akhirnya menyarankan aku untuk ke UGD terlebih dahulu sebelum menempuh perjalanan ke kota kelahiranku.

Ku coba telfon taxi, tetapi tak ada armada yg siap pagi itu. Lalu aku dan suami memutuskan berangkat ke rumah sakit dengan motor. Sesampainya di UGD rumah sakit langsung di infus dan dinyatakan harus opname. Otomatis rencana lahiran dan pulang ke kota kelahiran harus ditunda.

Dokter kandungan datang ke kamar untuk memeriksa, karena aku tak merasa sakit/mules. Dokter berkata, jika sampai delapan jam kedepan belum sakit harus diinduksi. Sekitar jam satu siang, aku belum juga merasakan sakit/kontraksi. Suster pun segera membawakan obat untuk merangsang kontraksi. Setelah minum obat itu..ternyata rasanya luar biasa. Selang 5 -10 menit perut terasa sangat sakit. Belum lagi di tambah suster yg memeriksa pembukaan jalan lahir, menetes air mata rasanya gak mau diperiksa pembukaan lagi ama susternya :(, sakit bingittt. Obat yg diberikan tadi untuk enam jam. Setelah enam jam masih belum ada juga pembukaan diberi obat lagi. Karena aq merasakan sakit, aku nyaris menyerah dan ingin operasi aja.

Tapi, dukungan untuk lahiran normal begitu kuat. Aku minum lagi obatnya. Rasa sakitnya ternyata berkali lipat dari sebelumnya dan jeda sakitnya menjadi lebih cepat, 1 – 2 menit rasa sakit itu datang. Pada pukul sembilan malam suster datang memeriksa pembukaan, sudah bukaan tiga. Kemungkinan subuh lahiran, tapi kalau sudah merasa mulas seperti mau pup segera panggil suster. Tak lama, sekitar 15 menit setelah diperiksa. Aku merasakan mules yg semakin dahsyat. Suster dipanggil dengan tombol di kamar, tapi tak kunjung datang. Akhirnya suami memanggil langsung, hmmm si suster jaga itu tengah asyik bermain hp >.<  .

Aku merasakan ada air yg mengalir, dan ternyata itu bukan lagi air tetapi darah. Si suster kelabakan bergegas mengambil kursi roda dan membawaku ke ruang tindakan. Ternyata dari bukaan tiga, tak butuh waktu lama ke bukaan sembilan. Dokter datang sesaat setelah aku berada di ruang tindakan.

Dengan instruksi dari suster, aku mengejan sekuat mungkin. Sebesar tenaga yg masih tersisa..sekitar empat kali mengejan dengan waktu sekitar 15 menit Alhamdulillah lahirlah putra.
pertama kami yang kami beri nama Atharizza Arsy Alifandhika.

“Pengalaman melahirkan adalah pengalaman paling extreme yg pernah aku jalani”.

Advertisements

One thought on “Anugerah Terindah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s