Kerut diwajahmu, Ibu

Standard

Sekilas aku melihatmu, kemudian terpaku. kerut-kerut di wajahmu ibu, bapak,  membuat aku beringsut, takut. Iya aku takut dengan perubahanmu itu. Aku takut waktu semakin cepat berlalu dan membuat kerutanmu semakin banyak..dalam hati kecilku berkata, stop! aku takut melihatmu semakin tua ibu, bapak. Aku sungguh takut jika harus kehilangan kalian 😰

Aku merasa belum cukup membahagiakanmu, ada titik air di sudut mata. tak sampai mengalir, aku menahannya sekuat yang aku bisa. 

Ibu kau adalah sosok penyabar tanpa batas, kau memiliki beribu maaf tak terbatas atas setiap kesalahan yg anak-anakmu perbuat. 

Bapak, kau tangguh tak terkira menopang beban berat dipundakmu, kau sosok pekerja keras tak kenal lelah, semua kau lakukan untuk anak-anakmu.

Ibu, Bapak, semoga kalian selalu sehat, selamat di dunia dan di akhirat dan selalu dalam lindungan Allah SWT😇. Doa ku, kami, anak-anakmu akan selalu terucap untuk kalian Ibu, Bapak.

Juni 2017

Mengakrabi Kendaraan Umum

Standard

Setiap kali weekend selalu travel perjalanan 3,5 jam dan selalu menggunakan kendaraan umum (bis). Bis yang dipilih biasanya bis AC, dengan harapan bebas asap rokok. Tetapi kadang harapan tinggal harapan, penumpangnya udah pada sadar gak  boleh merokok di bis AC, ehh malah drivernya yang pass pusss nglepuss asep rokoknya, walaupun jendela kecil disebelahnya dibuka tetap saja itu menyalahi aturan. 

Berharap banget ama kendaraan – kendaraan umum, baik yg AC ataupun enggak, sudah tidak ada lagi yang merokok di kendaraan umum tersebut. Karena ketika melihat mulut berasap, seketika itu juga aku merasa hak ku untuk menghirup udara bersih terenggut. 

Semoga ada kebijakan disetiap daerah untuk rokok, agar bisa membuat kendaraan umum  bener-bener bebas asap rokok! 

“Sungguh, asap rokokmu itu meracuni aku, juga mereka dan merampas hak kami untuk tetap bisa menghirup udara bersih”

Juni 2016

Bali 

Standard

Bali, merupakan salah satu pulau yang ingin sekali ku kunjungi. Baru di tahun 2016, akhirnya kesampean juga menginjakkan kaki di Pulau Bali, tanah surga banyak orang menyebutnya. Karena ditanah itu masih sangat menghargai budaya adat istiadat dan juga pemandangan indahnya kebangetan :D. Bisa dikatakan semua daerah di Bali memiliki keindahan dan keunikan yang berbeda, sehingga ini menarik minat para wisatawan baik domestik maupun manca negara.

Traveling kali ini berbeda dari yang sudah-sudah, biasanya hanya berdua, sendiri atau dengan teman-teman. Kali ini travelling sekaligus baby moon (lagi hamil 6 bulan) dan perayaan hari lahir anakku yang pertama, bersama dengan suami dan anak kecilku yang tepat berumur 2 tahun kami melakukan perjalanan singkat 4 hari 3 malam di Bali.

Sebelum pergi kami mencoba menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, lagi-lagi ini tidak seperti biasanya yang nyantai  dan easy going ajah. Kali ini semua musti rada teratur karena bawa anak kecil kata suami. So, tiket , hotel  sudah di booking dari jauh hari. Itenerary pun sudah dibuat, dan sudah dipilih daerah mana saja yang akan dikunjungi. Informasi mengenai transportasi dan lainnya juga sudah dikumpulkan.

Karena niatnya ngerayain ulang tahun si kecil, jadi tempat kunjungan yang dipilihpun menyesuaikan. Beberapa tempat yang kami pilih untuk dikunjungi adalah Beachwalk, Pantai Kuta, Museum 3D Art, Taman Safari, Uluwatu, waterboom Bali dan tempat oleh-oleh tentunya Krisna dan Joger.

Ayu Lili Cottage jadi tempat pilihan menginap kami, karena kolam renangnya di depan kamar, dekat dengan legian, bayangan kami akan mudah dan dekat mencari tempat makan dan dekat juga ke beberapa tempat tujuan jalan-jalan. 

Selama di Bali kami menggunakan motor dengan biaya 70 rb /hari dan bermodal google map. karna kami sama sekali gak tau jalan-jalan di daerah itu, tersesat itu pasti, teputar-putar juga jadi biasa hahahaa..tapi kami menikmati perjalanan disana. 

Perjalanan paling jauh yg kami tempuh adalah ke Taman Safari. rasanya koq yaa panjang bener..gak sampe2, sekitar 2 jam menuju kesana karna ada kemacetan di beberapa titik. Sesampainya disana anakku Athar senang sekali melihat hewan-hewan dari dalam mobil safari..dia paling suka saat melihat gajah 🐘, dan dia sangat excited waktu kunjungan ke beberapa lokasi di taman safari itu. Ada aquarium dengan berbagai jenis ikan  , taman burung dan cinderamata. 

Hari selanjutnya kami jalan ke beachwalk dan museum 3D Art, berfoto-foto ria disana.  Di Beachwalk kami ajak Athar ke Miniapolis dan Amazon, tempat mainan anak-anak. Dianya nangis-nangis gak mau diajak pulang. Sampe semua orang pada ngeliatin. 

Malamnya kami ke tempat oleh-oleh Krisna n Joger.

Hari terakhir kami berniat ke Uluwatu, Pantai Kuta dan Waterboom. Tapi, kami ndak sanggup wkwkwk..kami semua sudah kelelahan dan Athar sudah mulai demam. So, kami harus mencoret Uluwatu dan waterboom dari list perjalanan. Cukup mainan di pantai kuta n ke beachwalk (again) heheheee..untuk Uluwatu dan Beachwalknya dipending sampai dengan waktu yang tidak ditentukan 😀

November 2016
 

 

 

 

Try Again

Standard

smileySudah lama sekali tidak menulis di blog, rasanya jemari ini sedikit kaku untuk kembali menulis. Tumpukan pekerjaan baik pekerjaan kantor ataupun domestik, sepertinya sangat mampu untuk menguras habis energi, sehingga rasa enggan lebih sering datang, bahkan kepikiran untuk menulispun tiba-tiba bisa hilang  menguap begitu saja ditelan sang waktu.

Sudah beberapa tahun terlewati, bahkan untuk iseng menulis status di facebook saja agak berat, ditambah dengan kondisi media sosial yang sekarang mulai riuh dengan postingan yang berkaitan dengan agama, saling caci kemudian merasa paling benar sendiri.

Terlepas dari semua itu, aku sedang mencoba membangkitkan kembali semangat menulis, semangat berbagi ini pelan-pelan. Mungkin isi blog ini akan lebih variatif dan bertalian erat dengan keseharian dan apapun itu, karena yang paling penting adalah semangat menulisnya bisa kembali dulu. Yaa…sementara begitu dulu 🙂

9 Juni 2017

Anugerah Terindah

Standard

 

image

Ada gembira sekaligus haru yang membuncah saat si bayi kecil berhasil dilahirkan secara normal. Setelah melalui perjuangan berjam-jam menahan sakit karena di beri obat perangsang atau istilah lainnya di induksi.

 

Continue reading

11.11.11

Standard

Sungai Karang Mumus-Lokasi Pelepasan Benih Ikan

Angka 11.11.11. merupakan angka yang cukup menarik, sehingga banyak orang/organisasi mengambil tanggal tersebut untuk mengabadikan moment mereka. Begitu juga dengan kawan-kawan di Kaltim yang mengambil tanggal 11-11-2011 untuk melaksanakan kegiatan penanaman, pembersihan sungai dan penebaran benih ikan di sungai Karang Mumus.  Karang Mumus sendiri merupakan salah satu daerah aliran  sungai dari Sungai Mahakam yang terletak di Samarinda, Kalimantan Timur.

Kegiatan dengan tema ” Sungai Beranda Kehidupan”, di laksanakan oleh Mapflofa Fahutan Unmul bekerja sama dengan IKA Fahutan Unmul. Ide awal penebaran benih ikan di karang mumus sendiri dicetuskan oleh raka Suprianto seorang kader konservasi yang ada di Kaltim.

Kegiatan 11.11.11 dimulai jam 08.00 pagi , dibuka oleh ketua IKA Fahutan Unmul yakni, Bang Darlis Pattalongi dan dihadiri oleh kawan-kawan partisipan yang akan ikut serta dalam kegiatan tersebut, seperti Dosen dari Fakultas Kehutanan, Anggota IKA Fahutan Unmul, Mapflofa Fahutan Unmul, KSR Unmul, Poliagro Samarinda, Politeknik Negeri Samarinda, DKP Kota Samarinda, Anggota Borneo Bird Community, dan banyak lagi kawan lainnya . Setelah pembukaan kegiatan berlanjut dengan penanaman, Pembersihan Sungai Karang Mumus dan pelepasan ikan dengan menggunakan  perahu ces dan ketinting (perahu yang ukurannya lebih besar dari kapal ces dan lebih tertutup).

Pembukaan acara oleh bang Darlis Pattalongi-Ketua IKA Fahutan Unmul. Pada acara “Sungai Beranda Kehidupan” di tanggal 11-11-2011

Benih Ikan yang dilepaskan sekitar 4000  dengan 2 jenis ikan Nila (Oreochromis niloticus)  dan Patin (Pangasius hypophthalmus) .Ikan-ikan ini dipilih, Selain karena kedua ikan ini bukan jenis predator , ikan tersebut dapat bertahan hidup pada kondisi air yang tidak terlalu bagus, juga dikarenakan tujuan dari kegiatan ini adalah mengikankan kembali Sungai Karang Mumus, sehingga bisa menarik perhatian publik untuk dapat lebih memperhatikan kondisi sungai Karang Mumus yang cukup memprihatinkan. Kedua jenis ini sebelumnya sudah ada di Sungai Karang Mumus, hal ini yang membuat kawan-kawan memilih kedua jenis tersebut. Jenis ikan lain yang ada di daerah Karang Mumus selain Nila dan Patin adalah seperti ikan sapu-sapu, gabus, nila dan timpakul. Memang tidak terlalu banyak, sepertiPesut (Orcaella brevirostris)  saja, yang merupakan species endemik Kaltim, sejak tahun 2000-an sudah tidak terlihat lagi di Hilir Sungai Mahakam, yang merupakan muara dari Sungai Karang Mumus. Namun, Pesut tetap masih bisa di jumpai di daerah hulu dari Sungai Mahakam.