Pasar Unik di Banjarmasin

Standard

Suatu malam setelah aku membeli Novel “Perahu Kertas” di salah satu toko buku dan beberapa mainan seperti barbie dan boneka di Toko Mainan anak aku berfikir untuk pergi ke rumah kakaku yang ada di Banjar, Kalimantan Selatan.

Niatnya sich pengen nyicipin libur kuliah. Namun saat itu aku berfikir cukup berat, bisa jadi ini dikarenakan aku hanya memiliki libur kerja dua hari dan satu hari libur tanggal merah (imlek) dan yang membuat tambah berat adalah untuk bisa sampai di Banjarbaru itu, musti melalui jalan lintas provinsi, dan harus menghabiskan waktu sekitar 18 jam itu waktu normal, dan kalau macet atau ada gangguan di jalan bisa sampai 22 jam perjalanan menggunakan Bus, ho.ho…hoo…kebayangkan berapa lama waktu aku bisa menikmati liburan sekaligus nengokin ponakan kecil yang baru lahir :).

Masih dengan berfiir berat, tapi lumayan dari prosentasenya 50% jadi 85% . Pagi sebelum berangkat ke kantor aku menyiapkan pakaian yang hendak kubawa. Walaupun aku belum juga memutuskan untuk berangkat. Sesampainya di kantor spontan aku memutuskan untuk pergi ke Kalimantan Selatan hari itu juga, dengan sigap aku memencet nomor telepon salah satu agen bis untuk bisa berangkat jam 3 sore ini, Jum’at 20 Januari 2012. Dengan membayar tiket sebesar 155.000 (AC) + bonus makan malam, akupun siap menempuh perjalanan belasan jam. Perjalanan kali ini lebih sedikit nyaman, karena perjalanan lebih banyak memakan waktu malam dan kalau perjalanan malam yang namanya mabok…lewatt :p.

Perjalanan menuju Banjarbaru tak mulus-mulus amat, dari mulai ngantri pada saat hendak menyebrang ferry belum lagi melewati jalan kecil dan berliku. Bahkan ada badan jalan yang sangat kecil, jika ada bis dan mobil lain saling berpapasan harus bergantian menggunakan badan jalan, belum lagi jalan yang bolong disana-sini dan satu lagi pemandangan yg tak kalah tragisnya, yakni ada mobil trailer besar yang terguling di pinggir jalan…semua itu menambah asoyy perjalanan malam…hmmmm.

Sampai di Banjarbaru tepat pukul 12:30 wita, peliharaan dalam perut ku sudah mulai protes untuk dijejali makanan. Aku turun di Perempatan jalan, dekat markas besar brimob dan di jemput dengan mba Fitri, kaka ipar ku yang mungil :D. Sampai di rumah disambut si kecil Safa yang memelukku sembari berteriak “bunda kiky datang”… ahh ia girang sekali melihat aku banyak membawakan mainan pesanannya, dari mulai boneka barbie yang lengkap dengan pakaian dan berbagai sepatu ganti nya, scooter/otoped telletubies dan boneka saun the sip. Dengan barang seabreg githu…aku dah kaya Paman penjual mainan ajaahh he..hee..

Karena Lelah, akupun tepar di atas kasur…hmmm tidur paling nikmat kurasa, habis perjalanan jauh pastinya nyenyak tiada tara. Malam aku terbangun, aku tidak ingin malam mingguan…tapi, aku bermain dengan dua ponakan kecil ku yang lucu dan sedikit centil. he..hee…bagaimana aku tidak mengatakannya centil, soale selain dia pintar dan cerdas adikku safa itu bisa mudah sekali mempelajari sesuatu dan menghapalkannya…dari mulai bacaan alqur’an, pelajaran bahasa inggris sampai lagunya cherry belle..OMG, udah githu hapal mati ama gayanya pula (geleng-geleng) padahal usianya baru 3,5 tahun dan masih sekolah Play Group.

Nah, Malam ini aku hanya berencana untuk esok pagi pergi ke pasar terapung, sudah 3 kali ke Kalsel tapi gagal mulu ke Pasar Terapung, ini karena ketidaktepatan waktu. Aku hanya berdo’a malam ini, jangan sampai gagal lagi lah…pliss :). Waktu pun ditentukan kami akan berangkat jam 5 subuh…eng …ing…eng…. ^_^

Read the rest of this entry

Menjejakkan kaki di Pontianak…

Standard

Kesan pertama menginjakkan kaki di Pontianak-Kalimantan barat, adalah…waouuww semua yang terlihat banyak orang chinese. Di sepanjang jalan dan kebanyakan mereka menjual  aneka makanan dan salah satu makanan yang cukup terkenal sejak tahun 1968 adalah Mie Tiaw Daging Sapi “ Apollo”. Untuk minuman, jika kita memesan es jeruk…mereka akan menambahkan sedikit garam (kurang tau juga kenapa mereka menambahkan garam). Btw, nama kota Pontianak, konon kabar nya berasal dari kata kuntilanak, yang merupakan hantu yang dipercaya  oleh masyarakat setempat. Karena daerah tersebut dulunya banyak dijumpai kuntilanak, maka  nama tersebut akhirnya di jadikan dasar pemberian nama pontianak.

Mie Tiaw Apollo sejak 1968 ...hmmm...enakk 🙂

Read the rest of this entry

Dinamika Masyarakat Desa dan Kota

Standard

Haruka Suzuki nama kawanku, ia berasal dari negeri sakura tapi sudah lumayan pandai berbahasa Indonesia. Rencananya aku akan membantu haruka  melakukan penelitian dengan mendatangi masyarakat untuk wawancara. Terutama mereka yang sering membuat sirap dari kayu ulin dan mereka yang bersentuhan langsung dengan hutan. Penelitiannya kali ini berbicara tentang Siklus perdagangan kayu di Kalimantan Timur.   Read the rest of this entry

Penelitian Burung di Pantai Tanjung Harapan, Samboja

Standard

coba-cek-burung-apa-dsana

Alhamdulillah, akhirnya aku dapat menyelesaikan penelitian burungku di pantai samboja  selama 6 bulan ini …. walaupun untuk tahapan kelulusan masih ada dua anak tangga lagi yang harus kunaiki dengan tekad dan semangatku yang membaja (ha..ha..ha..)…

bersama-bpak-nelayanSelama penelitian di pantai tanjung samboja aq tinggal di sebuah cottage tanpa listrik (lihat foto..bangunan yang ada dibelakang kami), banyak hal yang bisa aku dan teman-temanku lakukan selain Mengerjakan penelitian burung ku yang harus diamati setiap pagi dan sore hari. Di Sela-sela waktu kami masih bisa mencari kesibukan yang jarang-jarang kami lakukan seperti memasak (wajib!), menangkap udang, memancing ikan, mencari kepiting di malam hari bersama anak-anak kampung di samboja, mencari kepah (kerang) atau hanya sekedar berbincang-bincang dengan nelayan yang sedang mencari cacing laut… Read the rest of this entry

Size..size..size…

Standard

Gendut..gendut..gendut…

Emang kenapa sich kalau badan kita jadi gendut?..ga ada masalah kan?…

Belakangan ini baik teman-temanku, pacarku atau dosenku selalu ngebahaz soal size ku (berat badan) yang bertambah..padahal nambahnya ga signifikan juga tuh…emang sich dari dulu ni body udah kelihatan berisi…

Asal atau aja ya…

Tinggi badanku itu 158 cm berat normalku dulu 49-50 kg n sekarang tuh sekitar 52-53 kg, walaupun emang sempat naik sampai 57 kg. tapi kan sekarang udah mendekati normal lagi beratnya?…

Sempat cape juga ngedengerin setiap teman yang kutemui berkomentar ” Iih..Kiky sekarang gendutnya aai…”  sampai akhirnya ku putuskan untuk melakukan jogging setiap sore…..UUUhhhhh sebel ddech.. 😦

N tau ga, gara2 size yang bertambah “aduh…aduh… aq ga di percaya lagi tuk pergi ke lapangan (hutan). Ga bakalan kuat jalan, ujar si “boz”…ampun dech, padahal pengen banget ikutan, pasti seru banget di sana…ya udahlah…aq tunggu critax aj dech…

Sabar ky…sabar… 🙂

Rhes-Q

13 Oktober 2008