Studi Keragaman Jenis Burung Pada Kawasan Wisata Pantai Tanjung Harapan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur

Standard

ABSTRAK

Cangak Merah (Ardea Purpurea)

 Reski Udayanti. 2009. Studi Keragaman Jenis Burung Pada Kawasan Wisata Pantai Tanjung Harapan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Tujuan penelitian ini adalah melakukan inventarisasi keragaman jenis burung di pantai pada Kawasan Wisata Pantai Tanjung Harapan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur. Hasil yang diharapkan dari penelitian adalah diketahuinya kehadiran dari berbagai jenis burung pada Kawasan Wisata Pantai Tanjung Harapan Samboja Kabupaten Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur. Continue reading

Advertisements

Aceros undulatus di Bukit Bangkirai

Standard

Aceros undulatus jantan dan betina , terlihat sedang bertengger di atas pohon kering

Berangkat dengan satu kendaraan, delapan orang dan barang seabrek he..hee…sesuatu banget yah. Yang ada empet-empetan, tapi semua demi bisa melihat satwa di alam…everything gonna be okay. Kali ini lokasi yang dipilih cukup menarik, Kawasan Wisata Bukit Bangkirai. Perjalanan menuju Kawasan wisata Bukit Bangkirai menghabiskan waktu sekitar 2,5-3 jam perjalanan. Perjalanan di mulai sekitar pukul 14:00 Wita, karena harus menunggu semua tim untuk berkumpul. Kegiatan yang diikuti oleh delapan orang ini berasal dari berbagai background dan organisasi yang berbeda. Ada yang bekerja di NGO, Pegiat Lingkungan, Wiraswasta, Bank, Mapflofa (Mahasiswa Penyayang Flora Fauna), PNS dan BBC (Borneo Bird Community). Continue reading

Karst di Kalimantan Timur

Standard

Karst itu apa sih? buat kawan-kawan yang belum tahu, Karst adalah sebuah bentuk permukaan bumi yang pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed depression), drainase permukaan dan gua. Daerah ini dibentuk terutama oleh pelarutan batuan, kebanyakan batu gamping. Ekosistem  karst sangatlah unik, pada kawasan karst kita akan banyak menemui sungai bawah tanah, dimana aliran sungai bawah tanah tersebut juga membantu memenuhi pasokan air tanah untuk dipergunakan oleh daerah sekitar, di bawah pegunungan karst. Nah, kawasan karst ini sudah terbentuk sejak 470 juta tahun lalu, yang artinya berjuta-juta tahun lalu pulau-pulau di Indonesia (selain Kalimantan, banyak juga daerah lain di Indonesia yang memiliki kawasan karst) pernah menjadi dasar laut, yang kemudian mengalami pengerasan.  Di Kalimantan Timur sendiri Ekosistem Karst yang merupakan areal-areal dengan lithologi dari bahan induk kapur dan lahan ini, sebagian besar kawasan Karst terdapat di semenanjung Sangkulirang, memanjang sampai ke Tanjung Mangkaliat dengan luas keseluruhan hanya 432.817 hektar (2,18% dari luas daratan Kaltim) dan yang masih baik seluas 293.747,84 hektar (67.86% dari luasan ekosistem karst) Continue reading

11.11.11

Standard

Sungai Karang Mumus-Lokasi Pelepasan Benih Ikan

Angka 11.11.11. merupakan angka yang cukup menarik, sehingga banyak orang/organisasi mengambil tanggal tersebut untuk mengabadikan moment mereka. Begitu juga dengan kawan-kawan di Kaltim yang mengambil tanggal 11-11-2011 untuk melaksanakan kegiatan penanaman, pembersihan sungai dan penebaran benih ikan di sungai Karang Mumus.  Karang Mumus sendiri merupakan salah satu daerah aliran  sungai dari Sungai Mahakam yang terletak di Samarinda, Kalimantan Timur.

Kegiatan dengan tema ” Sungai Beranda Kehidupan”, di laksanakan oleh Mapflofa Fahutan Unmul bekerja sama dengan IKA Fahutan Unmul. Ide awal penebaran benih ikan di karang mumus sendiri dicetuskan oleh raka Suprianto seorang kader konservasi yang ada di Kaltim.

Kegiatan 11.11.11 dimulai jam 08.00 pagi , dibuka oleh ketua IKA Fahutan Unmul yakni, Bang Darlis Pattalongi dan dihadiri oleh kawan-kawan partisipan yang akan ikut serta dalam kegiatan tersebut, seperti Dosen dari Fakultas Kehutanan, Anggota IKA Fahutan Unmul, Mapflofa Fahutan Unmul, KSR Unmul, Poliagro Samarinda, Politeknik Negeri Samarinda, DKP Kota Samarinda, Anggota Borneo Bird Community, dan banyak lagi kawan lainnya . Setelah pembukaan kegiatan berlanjut dengan penanaman, Pembersihan Sungai Karang Mumus dan pelepasan ikan dengan menggunakan  perahu ces dan ketinting (perahu yang ukurannya lebih besar dari kapal ces dan lebih tertutup).

Pembukaan acara oleh bang Darlis Pattalongi-Ketua IKA Fahutan Unmul. Pada acara “Sungai Beranda Kehidupan” di tanggal 11-11-2011

Benih Ikan yang dilepaskan sekitar 4000  dengan 2 jenis ikan Nila (Oreochromis niloticus)  dan Patin (Pangasius hypophthalmus) .Ikan-ikan ini dipilih, Selain karena kedua ikan ini bukan jenis predator , ikan tersebut dapat bertahan hidup pada kondisi air yang tidak terlalu bagus, juga dikarenakan tujuan dari kegiatan ini adalah mengikankan kembali Sungai Karang Mumus, sehingga bisa menarik perhatian publik untuk dapat lebih memperhatikan kondisi sungai Karang Mumus yang cukup memprihatinkan. Kedua jenis ini sebelumnya sudah ada di Sungai Karang Mumus, hal ini yang membuat kawan-kawan memilih kedua jenis tersebut. Jenis ikan lain yang ada di daerah Karang Mumus selain Nila dan Patin adalah seperti ikan sapu-sapu, gabus, nila dan timpakul. Memang tidak terlalu banyak, sepertiPesut (Orcaella brevirostris)  saja, yang merupakan species endemik Kaltim, sejak tahun 2000-an sudah tidak terlihat lagi di Hilir Sungai Mahakam, yang merupakan muara dari Sungai Karang Mumus. Namun, Pesut tetap masih bisa di jumpai di daerah hulu dari Sungai Mahakam.